Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DMI Kota Semarang Minta Takmir Masjid Hidupkan Speaker Ajak Masyarakat Mencoblos Pilwakot 9 Desember Mendatang

 

Komisioner KPU Kota Semarang, Suyanto saat menyampaikan materi dalam kegiatan sosialisasi pilwakot oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Semarang bersama PD DMI Kota Semarang di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Semarang, Minggu (1/11). 


SEMARANG- Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang serius ikut menyukseskan gelaran Pemilihan Walikota (Pilwakot) 9 Desember mendatang. Bentuk kongkretnya, pengurus DMI mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga ranting (Kelurahan) terus mengingatkan kepada takmir dan jamaah untuk menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pilwakot nanti. "Di masa pandemi ini ada dampak di masayarakat ada kecenderungan rasa takut datang ke TPS untuk mengikuti pemilihan walikota-wakil walikota 9 desember mendatang, meski pihak penyelenggara telah mengatur sedemikian rupa dengan mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. Kami (PD DMI Kota Semarang, red) meminta kepada pengurus di semua level dan takmir untuk membantu KPU dan jajarannya dengan mengajak dan mengingatkan kepada jamaahnya untuk menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput, karena memilih pemimpin hukumnya adalah wajib," ucap Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad saat sosialisasi pilwakot oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Semarang bersama PD DMI Kota Semarang di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Semarang, Minggu (1/11). 

Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi pilwakot oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Semarang bersama PD DMI Kota Semarang di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Semarang, Minggu (1/11). 


Fuad melanjutkan, pihaknya meminta kepada para takmir masjid dan mushola di Kota Semarang saat hari H (Pelaksanaan pilwakot) bisa menghidupkan sound system atau speaker masjid dan mushola untuk woro-woro (Menyiarkan) kepada masyarakat untuk datang ke TPS, selain itu lanjutnya, jumat terakhir sebelum coblosan pihaknya juga meminta kepada para takmir supaya khotib bisa menyampaikan isi khotbahnya tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos dalam pemilu (Dalam hal ini pemilihan walikota-wakil walikota Semarang). "Kita akan layangkan surat edaran meminta kepada takmir untuk memaksimalkan sound system (Speaker masjid) untuk menyukseskan pilwakot dan kita juga akan membuat naskah khutbah tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos untuk disampaikan jumat minggu terakhir sebelum coblosan," urainya 


Fuad membeber, di Kota Semarang ini berdasarkan data sistem informasi masjid (Simas) Kemenag Kota Semarang bahwa jumlah masjid di Kota Semarang ada 1.330 sedangkan mushola ada1.314. "PD DMI Kota Semarang punya jaringan hingga tingkat ranting, jika pengurus, para takmir masjid dan mushola tersebut menyampaikan informasi pentingnya mencoblos, saya yakin dampaknya luar biasa, partisipasi masyarakat akan maksimal," tegasnya 


Komisioner KPU Kota Semarang, Suyanto mengapresiasi langkah dan semangat para pengurus PD DMI Kota Semarang berperan aktif dan kreatif guna menyukseskan gelaran pilwakot serentak 9 desember mendatang. Menurutnya, penyampaian informasi masyarakat lewat pengeras suara masjid dan mushola sangat efektif, sebab, selama ini yang kita ketahui bersama informasi penting masyarakat, mulai informasi kematian, kerja bhakti (Gotong royong), informasi peringatan hari besar nasional atau keagamaan disampaikan lewat speaker masjid. "Setiap Kelurahan pasti memiliki masjid dan mushola, bahkan ada yang memiliki masjid atau mushola lebih dari satu. Informasi yang disampaikan lewat pengeras masjid tersebut tidak hanya ditangkap di lingkungan masjid tersebut, tapi bisa sampai ke lingkungan (Kelurahan) lainya, saya kira ini sangat efektif," ucapnya 


Suyanto yang juga menjadi pengurus PD DMI Kota Semarang itu menuturkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) termasuk dengan DMI Kota Semarang ini. "DMI Kota Semarang punya jaringan yang luas, mulai dari tingkat kota hingga ranting (Kelurahan). Dengan sosialisasi ini, diharapkan informasi pentingnya memilih bisa sampai ke jamaah sehingga partisipasi pilwakot nanti tinggi, pelaksaan pilwakot berjalan sukses, lancar dan aman," harapnya 

Para takmir masjid saat mengikuti kegiatan sosialisasi pilwakot oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Semarang bersama PD DMI Kota Semarang di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Semarang, Minggu (1/11). 


Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Illiyin utusan dari DMI Candisari dan takmir Masjid Nurus Shomad RT 01/RW 04 Kelurahan Wonotingal Kecamatan Candisari Kota Semarang mengaku dengar senang mendapat kesempatan ikut sosialisasi pilwakot oleh KPU Kota Semarang dan PD DMI Kota Semarang. "Informasi saya dapatkan ini, akan saya teruskan kepada para jamaah dan majelis taklim. Sebagai umat muslim, kader masjid dan kader bangsa, bagi saya memilih pemimpin adalah penting dan merupakan sebuah kewajiban. Partisipasi dalam pesta demokrasi juga bagian turut andil kita dalam keberlangsungan pembangunan sebuah kota atau bangsa," akunya. (af). 

Posting Komentar untuk "DMI Kota Semarang Minta Takmir Masjid Hidupkan Speaker Ajak Masyarakat Mencoblos Pilwakot 9 Desember Mendatang "

Berlangganan via Email