Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adaptasi dunia pesantren di masa pandemi covid-19


    Dunia pesantren merupakan lembaga pendidikan keislaman  tradisional yang banyak kita temui di Indonesia  terutama di wilayah pulau Jawa. Unsur utama dari pesantren adalah kiai, nyai, santri,asrama , masjid dan pengajian kitab kuning.

Kiai adalah unsur sentral dari sebuah pesantren dimana para murid atau santri mendapatkan pendidikan keislaman melalui pengajian kitab kuning dan ritual keagamaan yang dipraktekan setiap hari serta keteladanan budi pekerti  dan pergaulan kemasyarakatan .nyai yang merupakan istri dari kiai adalah sosok yang membantu kiai terutama dalam mendidik santriwati.

Para santri dan santriwati datang dari berbagai penjuru daerah meninggalkan orangtua dan rumah mereka  kemudian  tinggal bersama dipesantren.  interaksi antara kiai dan santri sangatlah inten karena kiai dan santri biasanya tinggal dilingkungan yang sama. Santri tinggal di kamar-kamar pondok yang biasanya tiap kamar diisi oleh sekelompok santri  yang juga dapat disebut dengan asrama sedangkan dalem atau rumah dari kiai lokasinya disekitaran pondok tersebut.

Dengan kedekatan ini kiai dapat memantau dan membimbing kegiatan harian dari santri mulai dari bangun tidur sampai kembali beristirahat di malam hari.kegiatannya seperti mengaji kitab, melaksanakan solat berjamah, musyawarah, membersihkan kamar serta lingkungan dan berbagai kegiatan yang lain.

Diawal tahun 2020 pandemi covid-19 melanda diseluruh dunia . kasus yang awal mulanya ditemulkan diwilayah wuhan china diakhir tahun 2019 mewabah dan menyebar diberbagai negara.  jakarta menjadi tempat pertama diketahuinya adanya kasus positif terinfeksi covid-19  di indonesia dan sampai saat ini sudah menyebar dan mewabah diberbagai penjuru tanah air.

Pemerintah indonesia mengeluarkan berbagai kebijakan Untuk menghambat penularan covid-19  mulai dari sosial distancing, anjuran dirumah saja dan adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan 3M. hal ini tentu berdampak pada kegiatan dan adat kebiasaan yang sudah berjalan di lingkungan pesantren.

Dalam upaya untuk mencegah kerumunan pihak pesantren mengeluarkan kebijakan dengan memulangkan sebagian besar santrinya untuk belajar serta mengaji dari rumah sedangkan sebagian kecil yang masih   tinggal di pesantren. Di rumah para santri tetap  mengikuti kegiatan pengajian melalui media internet atau yang lebih dikenal dengan istilah ngaji daring .

Perombakan aturan juga dilakukan di lingkungan pesantren . setiap santri diwajibkan memakai masker ketika berada di lingkungan pesantren maupun ketika keluar pondok. Di masjid dan mushola  tempat beribadah diberikan tanda pemisah jarak sehingga ketika sholat berjamaah tidak rapat seperti kebiasaannya. Di tempat masuk lingkungan pondok dan tempat wudhu disediakan alat pencuci tangan serta sabun dan handsanitiser.

Pesantren juga mengatur pengunjung yang masuk ke lingkungan pondok. Masyarakat ataupun wali santri yang hendak berkunjung ke pesantren harus diperiksa suhu tubuhnya serta dipastikan memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. Bahkan beberapa pesantren mengeluarkan himbauan dan slogan untuk mengurangi kunjungan masyarakat yang hendak sowan kepada kiyai selama masa pandemi belum berakhir .   

Dengan adanya penyesuaian di lingkungan pesantren ini menunjukkan bahwa dunia pesantren selalu adaptif dengan isu-isu kekinian dan problem masyarakat yang terjadi seperti wabah yang sedang melanda tanpa meninggalkan tujuan utama dari pesantren yaitu tempat menimba ilmu keagamaan dan mempersiapkan santri yang siap mengabdi kepada lingkungan masyarakatnya .

Harapan kita dengan adanya keterlibatan dan kesadaran dari semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan semoga penyebaran wabah ini dapat ditekan peningkatannya sampai masa pandemi ini berakhir.  

Penulis  : Ahmad Abdul Hadi 

   

Posting Komentar untuk "Adaptasi dunia pesantren di masa pandemi covid-19"

Berlangganan via Email