Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI


   Penulis  : Ahmad Burhanuddin

Sudah hampir 9 bulan lamanya COVID-19 mewabah di Indonesia. Hingga sampai saat ini peraturan prOtokol kesehatan masih diberlakukan. Banyak aturan yang ditetapkan selama masa pandemi COVID-19 sehingga membuat berbagai kegiatan dibatasai dan dialihkan untuk dilakukan di rumah termasuk kegiatan dakwah. Pandemi COVID-19 ini membuat para pendakwah dalam menyampaikan dakwah atau ceramahnya beralih dari kegiatan yang dilakukan secara klasik menjadi kegiatan yang serba mengandalkan teknologi baik berupa media sosial maupun media online lainnya yang berbasis virtual yang dari awalnya lewat majelis-majelis serta diadakan di tempat seperti mesjid, atau lapangan yang bisa menampung banyak jemaah sekarang harus menyiasati menyampaikan ceramahnya dengan menggunakan media sosial sebagai sarana berdakwah. Sekarang ini, media memang menjadi solusi paling utama untuk mendapatkan informasi-informasi yang terkait dengan keagamaan. Hal ini pun juga tidak hanya harus dilakukan oleh pendakwah akan tetapi seluruh manusia, sebab sejatinya manusia adalah makhluk yang memiliki tanggungjawab dalam menasehati dalam kebenaran terhadap sesuatu hal harus bisa memanfaatkan media sosial untuk saat ini sebagai sarana berdakwah. Ya, dakwah pada dasarnya adalah usaha dalam mengajak manusia ke arah proses yang lebih baik secara kolektif maupun individu agar menjadi manusia yang terbaik. Dakwah sangat penting untuk dilakukan sebab dakwah adalah kebutuhan bagi setiap orang khususnya yaitu umat Islam. Dakwah sangat penting untuk dilakukan terlebih di masa pandemi COVID-19 ini yang mana masyarakat membutuhkan bimbingan secara spritual karena pandemi mengakibatnya banyak perubahan menimbulkan berbagai dampak baik dalam bidang kesehatan, ekonomi maupun pendidikan.  

Menjadikan media sosial sebagai sarana untuk berdakwah sebenarnya bukanlah sebuah hal baru, sebab media sosial sudah lama digunakan untuk menjadi tempat bagi para pendakwah untuk menyampaikan ceramah atau tausiyahnya. Hanya saja di masa pandemi COVID-19 ini dakwah dengan menggunakan media sosial menjadi solusi yang sangat efektif sebab pada masa pandemi COVID-19 ini memang diterapkan berbagai aturan salah satunya adanya dilarang untuk berkumpul dalam jumlah yang banyak guna memutus rantai penyebaran COVID-19 sendiri. Jadi bukan hanya mengalami kemajuan dakwah menggunakan media sosial juga menjadi bentuk usaha kita untuk memberikan pencerahan pada masyarakat dengan tetap mematuhi aturan yang ada. Ada beberapa hal yang membuat  media sosial menjadi strategi tepat yang dipilih sebagai saran dakwah di masa pandemi COVID-19 ini, diantaranya:

1. Media Sosial Merupakan Sarana Dakwah yang Efektif dan Efisien di Masa Pandemi

Kita ketahui bersama bahwa pandemi ini mengakibatkan perubahan yang amat signifikan pandemi membuat banyak hal dialihkan untuk dilakukan dari rumah saja. Karena hiburan satu-satunya untuk mengurangi kebosanan adalah media sosial. Oleh karena itu, bukan suatu hal yang membingungkan apabila media sosial dipakai untuk sarana dakwah. Di mana semua platform mulai dari Instagram, Facebook, WA bahkan sampai Youtube sudah menjadi sarana dakwah milenial.

Isi dakwah bisa dikemas dan dibuat semenarik mungkin jadi dakwah tidak hanya berupa ceramah atau tausiyah saja seperti halnya dibuat dengan bentuk konten-konten memotivasi dan pengajaran juga bisa dilakukan lewat feed serta story media sosial. Bahkan akhir-akhir ini media sosial seperti tempat baru dalam mengadakan event  seperti tausiyah online, kajian daring serta kegiatan-kegiatan yang dulu dilakukan terjun ke lapangan beralih menjadi virtual. Karena itulah  media sosial pada saat ini menjadi sarana yang efektif dan efisien dalam menyampaikan dakwah di masa pandemi COVID-19 ini.

2. Dijangkau Oleh Banyak Orang dan Diminati Oleh Semua Kalangan

Salah satu keuntungan dari syiar menggunakan media adalah dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia. Bukan sebuah rahasia umum lagi bahwa dakwah melalui media sosial tidak hanya diminati kaum bapak-bapak atau ibu-ibu saja, akan  tetapi anak muda juga bisa gabung untuk mendapatkan ilmu lewat kajian-kajian online yang diadakan oleh sekelompok komunitas. Jangkauannya yang luas dan diminati banyak ini membuat kajian berbasis daring lebih mudah diakses dan secara menyeluruh bisa merangkul banyak orang terlebih jika penyajiannya dikemas dengan menarik, unik, sederhana tapi sampai pada makna yang hendak di sampaikan.

Jika sudah demikian,  kalau dakwah yang ada di lapangan, dalam majelis-majelis ilmu hanya didatangi oleh para anak didiknya, maka dengan kajian-kajian Islam via online bisa menyusuri ke semua golongan. Jadi, strategi dakwah ini lebih tampak luas dan mudah diikuti.

Semuanya menjadi lebih mudah apalagi mengingat belum diperbolehkan untuk kumpul-kumpul dalam jumlah manusia yang banyak. Karena itulah, memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah sangatlah efektif dan efisien, sebab ini merupakan salah satu cara agar dakwah tetap jalan, ilmu terus bertambah serta hal-hal yang baik terus disampaikan walau dalam kondisi tetap di rumah saja.

Lantas, mari kita berdakwah, menyampaikan sesuatu kebaikan, menjauhi segala larangan-Nya dan jangan ragu untuk mengikuti kajian-kajian atau tausiyah online. Sebab, rohani kita juga harus diisi agar tidak future. Semangat berdakwah, ingatlah, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.”  Teruslah berbuat baik sampai maut menjemput kita dari dunia nan fana ini.


Posting Komentar untuk "DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI"