Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Moderasi di Tengah Keberagaman

Penulis :Muhammad Angga Safi'i


                Indonesia negara yang istimewa dimata dunia beberapa kepulauan di indonesia terbagi 5 kepulauan terbesar di indonesia yaitu ada jawa,sulawesi, sumatra,kalimantan dan papua sehinga indonesia di juluki negara kepulauan terbesar di dunia dengan keberagaman suku bangsa,bahasa dan agama, 740 suku bangsa dan memiliki 100.1 lebih dari suku bahasa serta memiliki 5 agama yang di peluk bangsa indonesia ada Islam,Kristen,Hindu,Budda dan Konghucu. Serta pakian adat yang berbeda dengan keberagaman ini sangat luar biasa banyaknya di indonesia tetep rukun dalam bermasyarakat dan ini sebuah istimewa dimata dunia.

                Masyarakat indonesia yang multibudaya sikap keberagaman yang khusus yang hanya mengakui kebenaran dan keselamatan secara sepihak tentu akan menimbulkan gesekan antar kelompok agama. Adapun konflik keagamaan di indoneisa di picu dari keagamaan yang ekslusif serta kontestasi dan dukungan antar kelompok yang mencari pengikut yang tidak di landasi dengan toleran karena mengunakan cara masing-masing untuk menang sehingga memicu konflik. Banyak sekali contoh intoleran di indonesia yang mengatasnamakan agama melalui jihad yaitu pada kasus bali,dan pegeboman gereja.

Radikalisme agama maupun liberalisme agama adalah dua ujung yang ekstrim karena yang satu terlalu kekanan dan terlalu kekiri,sehingga  menyajikan droktin dan praktik keagamaan yang kaku, sementa takjarangkeluar dari kaidah-kaidah utama keagamaan.liberalisme agama merelatifkan seluruh nilai sehingga menyajikan kegelisahan karena mengancam konservatisme nilai leluhur dari agama maupun dalam norma-norma masyarakat. Tarikan dua ujung ekstrim ini sama-sama tidak menentramkan bagi masyarakat muslim terkhusus masyarakat indonesia yang mengedepankan harmoni. Dalam konteks beragama dan bernegara sangat meghindari keretakan (disharmoni).

                Islam moderat adalah jalan tengah yang berdiri di tengah antara ujung kanan dan ujung kiri. Inilah yang di sebut dengan islam wasathiyah atau islam moderat. Dalam melihat persoalan ilam moderat mencoba melakukan pendekatan kompromi berada di tengah-tengah dalam menyikapi perbedaan agama maupun madzhab,islam  moderat megedepankan sikap toleransi saling menghargai dan meyakini kebenaran masing-masing agama dan madzhab sehingga dapat keputusan dengan kepala yang dingin tidak selalu mengedepankan aksi yang anarkis yang membahayakan banyak orang maupun negara. Dengan demikian moderasi beragama merupakan jalan tengah keberagaman agama di indonesia.moderasi agama di indonesia yang berjalan tidak saling menegasi dan mempertentagkan namun mencari penyelesain dengan cara toleransi.

                Moderasi beragama harus bisa menjadikan paradigma (pemikiran) baru bagi semua kalangan umat,karena hanya dengan moderasi beragama para pemeluknya belajar tentang etika pergaulan,etika dialog,dan teknik memecahkan masalah dengan menjadikan moderasi paradigma (pemikiran), maka pemecahan-pemecahan masalah terkait antar realasi dan pemeluk bisa terbendung dan dapat di kendalikan dari dalam  yakni dari pandagan-pandagan  mereka sendiri yang toleran dan dialogis. Moderasi juga harus di pahami dan ditumbuh kembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga dan keseimbangan supaya tidak terpecah belah negara ini  di mana setiap masyarakat apapun suku,etnis,budaya dan agama dan pilihan politik bisa mendegarakan satu sama lain serta melatih untuk menjaga dan mengatasi perbedaan di antara mereka dengan cara mengharagai satu dengan yang lain tanpa menjatuhkan. Untuk mewujudkan toleransi maka jangan jadikan keberagaman ini untuk memperpecah belah dan membuat konflik, jadikanlah keberagaman ini sebagai pelangi yang indah biarpun bermacam macam warna tetap indah. Jadikanlah agama sebagai pedoman hidup dan solusi jalan tengah yang adil dalam menghadapi masalah hidup dan bermasyarakat. Agama menjadi cara jalan pandang dan pedoman yang seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Agar menjadi tuntunan hidup untuk menjawab persoalan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.


Posting Komentar untuk "Moderasi di Tengah Keberagaman"