Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembuatan Kerupuk Ikan Lele Sebagai Alternatif Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Lele di Masa Pandemi Covid-19


 

Desa Kedungsari Dukoh RT 03 RW 03 merupakan salah satu desa di Kecamatan Tayu yang mayoritas penduduknya adalah  petani ikan lele. Pemeliharaan ikan lele dapat dilakukan pada lahan kosong dibelakang rumah dengan membuat petakan-petakan atau bisa menggunakan terpel. Budidaya ikan lele memiliki prospek yang menguntungkan, karena ikan lele merupakan makanan yang bisa dikonsumsi setiap hari dan langsung habis sehingga permintaannya akan selalu meningkat. Selain itu harga dari ikan lele juga terjangku dengan gizi yang tinggi menjadikan ikan lele sebagai salah satu pilihan menu makanan di masyarakat. Di masa pandemi covid-19 ini petani ikan lele mengalami berbagai kendala yang harus dihadapi. Permintaan konsumen yang menurun, beberapa rumah makan, dan pedagang kaki lima lamongan ada yang tutup. Hal ini memberikan dampak terhadap petani ikan lele. Penjualan ikan lele menjadi menurun dan berdampak pada perekonomian petani ikan lele. Untuk meningkatkan pendapatan perekonomian petani lele, ikan lele di olah menjadi sebuah  produk UMKM yaitu kerupuk ikan lele. Urgansi mengolah ikan lele menjadi produk kerupuk lele merupakan sebagai langkah awal untuk meningkat perekonomian petani ikan lele dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini, karena  kerupuk merupakan salah satu makan yang paling digerami olah orang indonesia mulai dari anak-anak samapai orang dewasa. Kita bisa menemukan berbagai jenis kerupuk yang dijual ditoko-toko. Mulai dari kerupuk biasa sampai kerupuk yang berbahan dasar daging ikan. Ini sebagai tandan bahwa olahan kerupuk dari daging ikan lele kemungkinan besar bisa memikat hati masyarakat di indonesia. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki sumber protein yang sangat tinggi bermanfaat untuk kesehatan. Protein berfungsi untuk pertumbuhan, pengganti sel jaringan yang rusak serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ikan lele yang baik untuk digunakan untuk pembuatan kerupuk adalah ukuran konsumsi berat satu ekor 300 gram samapai 400 gram pada ukuran ini warna daging ikan lele putih serta rasa ikan lebih manis dan gurih sehingga menghasilkan kerupuk gurih dan reyah. Pembuatan kerupuk ikan lele cukup sederhana dan tidak memperlukan modal yang tinggi sehingga dapat dilakukan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) petani ikan lele. Bahan yang digunakan antara lain: ikan lele, tepung tapioka, garam, penyedap rasa, bawang putih dan ketumbar.

Langkah-langkah pebuatan kerupuk ikan lele

1. Siapkan ikan lele sagar, potong bagian kepala ikan lele, cuci sampai bersih menggunakan air mengalir, dan beri perasan air jeruk nipis agar bau amis dari ikan lele berkurang.

2. Kukus ikan lele kurang lebih 15-20 menit agar daging ikan lele benar-benar matang.

3. Pisahkan daging ikan lele dari durinya.

4. Blender daging ikan lele sampai halus dengan menambahkan air.

5. Haluskan bawang putih dan ketumbar.

6. Masak bumbu ke dalam air dengan ditambahkan sedikit tepung tapioka, garam dan penyedap rasa tunggu sampai bumbu tersebut mengental.

7. Campurkan bumbu dengan tepung tapioka secara bertahap serta aduk atau diuleni sampai tercampur rata dan kalis. 

8. Bentuk adonan menjadi bentuk lonjong dan rebus adonan kerupuk  kurang lebih 60 menit.

9. Jemur kerupuk 1 hari atau sampai adonan bisa dipotong. Selanjutnya adonan dipotong tipis-tipis menggunakan alat pemotong kemudian jemur potongan kerupuk daging ikan lele di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering kurang lebih 2 hari bila cuacanya sangat terik, bila cuacanya kurang begitu terik penjemuran dilakukan 3- 4 hari agar kerupuk yang dihasilkan berkualitas bagus. Setelah selesai semua proses pembuatan kerupuk ikan lele. Kerupuk ikan lele siap di kemas dan dijual. Untuk menambah nilai jual dan ketertarikan pembeli kerupuk ikan lele, tidak lupa menempelkan lebel produk kerupuk ikan lele. Kerupuk ikan lele dijual sekitar harga Rp 25.000 – Rp 30.000 / kg. Penjualan kerupuk ikan lele dapat dilakukan secara online maupun ofline. Kerupuk ikan lele bisa menjadi peluang usaha di masa pandei covid-19 ini. Selain itu menjadi salah satu wadah baru mengajak masyarakat untuk gemar memakan ikan degan cara yang kekinian. 


Sumber: Linda Ekadewi Widyatami, A. A. W. (2016). Tekonologi Pengolahan Ikan Lele Secara Zero Waste Menjadi Produk Olahan Kerupuk Pada Ponpes Raden Rahmat Sunan Ampel Di Kabupaten Jember. In  Seminar Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Dana Boptn Tahun 2016  (Pp. 283-288) .

Posting Komentar untuk "Pembuatan Kerupuk Ikan Lele Sebagai Alternatif Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Lele di Masa Pandemi Covid-19"