Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Upaya Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Sayuran

  Di masa pandemi Covid-19 ini, pastinya sempat timbul rasa cemas dan berhati-hati untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Harga yang naik turun dibarengi dengan kecemasan individu dengan barang-barang atau produk-produk yang beredar di masyarakat menjadikan setiap individu harus berpikir ulang untuk tetap memenuhi ketersediaan pangan demi menjaga keluarga masing-masing. Selain itu, dampak dari adanya pandemi ini mengakibatkan pendapatan masyarakat menjadi menurun, sehingga sering terjadi kesenjangan dalam pemenuhan ekonomi dalam memenuhi ketersediaan pangan. Salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan pangan yaitu dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Fungsi pekarangan akan mendatangkan beragam manfaat contohnya yaitu warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Disebut sebagai lumbung hidup karena sewaktu-waktu kebutuhan pangan pokok seperti jagung, umbi-umbian dan sebagainya dapat tersedia di pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah  satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga. Setiap rumah akan memiliki sebingkai tanah yang bisa dimanfaatkan untuk dilakukan penanaman baik di depan rumah,  samping rumah, atau belakang rumah. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk budidaya jenis tanaman, salah satunya sayuran dan buah-buahan. Di desa Jatihadi ini rata-rata melakukan penanaman sayuran di samping rumah karena kebanyakan didepan rumah itu diberi tanaman bunga.Tanaman yang dapat dikembangkan berupa sayuran dan buah-buahan seperti bayam, daun ketela atau bisa juga ketela pohon, cabai, Terong, Tomat, Pepaya, Kangkung dll. Namun masyarakat di desa tersebut belum memaksimalkan pekarangan rumah dengan sebaik mungkin. Padahal akan banyak sekali manfaatnya jikalau mereka mulai memanfaatkan fungsi dari pekarangan rumah. Sayuran dari hasil panen sendiri di pekarangan rumah tersebut bisa dijadikan makanan siap saji seperti olahan keripik bayam, keripik ketela, ceriping ketela dll. Hasil dari olahan sayuran itu dapat dijual secara offline yang dititipkan di warung-warung maupun online dengan cara diposting di media social seperti facebook. Dengan begitu perekonomian masyarakat akan membaik dan kebutuhan pangan akan tercukupi. Di Desa Jatihadi RT 02 RW 04 Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang sebagian masyarakatnya sudah memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya, namun belum maksimal pemanfaatannya. Maka melalui kegiatan Sosisalisasi dan pelatihan  dari KKN Mdr Sandyakala ini, diharapkan dapat memberikan dorongan serta motivasi memanfaatkan fungsi pekarangan rumah untuk menanam tanaman sayuran sebagai wujud pemenuhan ketersediaan pangan dan perekonomian selama masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan Seminggu sekali dimulai pada tanggal 15 Agustus 2021. Hasil yang dicapai yaitu Masyarakat memberikan respon positif cara pemanfaatan pekarangan rumah  terhadap kegiatan budidaya sayuran ini dengan berbagai macam jenis sayuran. Adapun teknik dan media yang dapat digunakan untuk budidaya sayuran di pekarangan rumah antara lain :

a. Pot dan polibag 

Pot dan polibag sering digunakan untuk bertanam di pekarangan karena menghemat lahan. Polybag biasanya berwarna hitam, berbahan plastik, dan memiliki lubang kecil untuk sirkulasi air. Polibag mudah digunakan dan harganya terjangkau. Sayuran dan buah yang dapat ditanam dengan polybag antara lain cabai, tomatt, terong, ketela pohon, papaya, dll.

b. Vertikultur 

Vertikultur memanfaatkan bidang vertikal yang bertingkat sebagai media bercocok tanam. Teknik ini biasanya dilakukan karena terbatasnya lahan pekarangan. Cara membuat vertikultur cukup mudah, yaitu dengan membuat kerangka dengan rangkaian rak yang disusun. Rangkaian ini dapat dibuat menggunakan talang air, botol bekas, kaleng bekas, atau bambu. Media tanamnya dapat dibuat dari campuran tanah, kompos, dan sekam bakar. Vertikultur dapat diletakkan dimana saja dengan tetap memperhatikan arah sinar matahari. Diusahakan semua tanaman dalam vertikultur terkena sinar matahari. Jenis tanaman yang dapat ditanam secara kucai, kangkung, bayam dll. Beberapa jenis tanaman yang mudah ditanam dan cara penanamannya antara lain: 

a. Cabai

Cabai memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabai merupakan tanaman perdu dari keluarga terong-terongan (solanaceae). Sebagian masyarakat Indonesia menyukai cita rasa pedas yang berasal dari cabai. Tetapi, cabai sering sering mengalami fluktuasi. Penanaman cabai di pekarangan rumah dapat menjadi alternatif untuk menghemat pengeluaran. Cara penanamannya mudah, yaitu semai biji cabai yang sudah dikeringkan pada media tanam, siram dengan rutin dan beri pupuk. Tunggu hingga berbuah. Selain menghemat pengeluaran, cabai memiliki manfaat kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

b. Tomat 

Tomat memiliki nama ilmiah Solanum lycopersicum L. Kandungan dari vitamin yang ada pada tomat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara penanamnya yaitu tanam biji tomat yang sudah dikeringkan dan dibersihkan, diberi pupuk dan disiram secara rutin. Tomat dapat ditanam di pekarangan rumah yang sempit dengan mensiasatinya menggunakan polybag. Penggunaan tanah gembur dan kaya unsur hara dapat mempercepat pertumbuhan tomat. 

c. Kangkung 

Kangkung (Ipomea aquatic F.) sangat mudah ditanam dan berkembang dengan cepat. Cara penanamannya yaitu  Buat lubang tanam di bedengan dengan kedalaman 5 cm dan jarak antar lubang 15-20 cm, Masukkan 3 hingga 5 biji di setiap lubang. Tutup dengan tanah tipis yang sudah dicampur dengan pupuk NPK dan kandang, Lakukan penanaman dengan teknik garitan atau zig-zag, Kemudian melakukan penyulaman adalah hal yang tidak boleh dilewatkan ketika menanam kangkung. Dalam penyulaman ini harus bisa memilih dan mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan sempurna.

Dalam kegiatan Budidaya sayuran ini KKN Mdr Sandyakala  mendapatkan respon yang baik dari masyarakat desa Jatihadi. Ungkapan dari salah satu warga terhadap kami yaitu“ Terimakasih banyak, kami sebagai masyarakat Jatihadi yang sebelumnya belum memaksimalkan pekarangan rumah, membuat kami untuk ikut bergerak memanfaatkannya”. Jadi dalam kegiatan ini masyarakat menjadi lebih teredukasi untuk senantiasa memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan maksimal untuk budidaya sayuran sebagai salah satu bentuk usaha dalam pemenuhan ketersediaan pangan, dan meningkatkan perekonomian melalui hasil dari budidaya sayuran dengan berbagai olahan seperti keripik bayam, keripik ketela, dan lain-lain di era pandemi Covid-19 ini. Dengan dimanfaatkannya pekarangan rumah untuk budidaya sayuran, maka akan meningkat pula kemampuan masyarakat dalam mengelola lahan dengan baik, serta sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan meningkatnya perekonomian.


Posting Komentar untuk "Upaya Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Sayuran"